Proses Terjadinya Petir

Proses Terjadinya Petir

Category : Penangkal petir

Petir merupakan fenomena alam yang sering muncul pada saat musim- musim hujan, dimana saat langit gelap terkadang akan muncul kilatan cahaya yang disusul dengan suara menggelegar, itulah yang disebut dengan petir. Dan tahukan Anda? Perbedaan waktu yang terjadi antara cahaya dan suara karena adanya perbedaan kecepatan.

Petir sendiri, adalah gejala alam yang bisa dianalogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng yang pertama adalah awan (lempeng negatif/ positif) dan lempeng kedua adalah bumi (netral). Kapasitor merupakan sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat, petir juga dapat terjadi dari awan ke awan, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan lainnya positif.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau awan dengan yang lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Akibat ionisasi, rata- rata petir memiliki 4 hingga 5 jalur setiap kali menyambar. Persiapan pelepasan elektron melalui jalur ini membutuhkan waktu sekitar 0,01 detik, setelah itu terjadi petir dengan waktu trasfer sekitar 0,0004 detik. Setelah terjadinya petir, membutuhkan waktu istirahat (0,03 – 0,05 detik ) untuk mempersiapkan kembali petir berikutnya. Diketahui pernah terjadi hingga 42 petir terus menerus tanpa henti. Rata rata kuat arus dalam petir sebesar 20.000 ampere. Dengan kekuatan arus ini, mengalir elektron dari awan menuju permukaan tanah. Hal ini disebut juga, petir negative. Pada kasus yang jarang, kadang dijumpai locatan listrik pendek dari permukaan tanah (ujung pohon, ujung menara dsb). Ini disebut petir positive. Petir positive diketahui hanya mempunyai satu jalur utama terjadinya loncatan. Tapi petir positive mempunyai kuat arus yang lebih tinggi dari petir negative (sebesar 300.000 Ampere). Terjadinya petir positive hanya sekitar 5% dari total terjadinya petir. Loncatan petir dapat terjadi sejauh beberapa kilo meter, antara awan dengan permukaan tanah.


Log out of this account

Leave a Reply